Jumat, 27 Maret 2015

Sistem Pendukung Keputusan dan Program SPK Kuliner

Sistem Penunjang Pengambilan Keputusan didefinisikan sebagai interaktif berbasis komputer yang membantu pengambilan suatu keputusan memanfaatkan data dan model untuk menyelesaikan masalah yang tidak terstruktur, Scoot-Morton (Turban, 2000).
Sistem Pendukung Keputusan yang dikemukakan oleh Raymond Mclood. Jr dalam buku Sistem Informasi Manajemen (McLeod, 2001) menekankan bahwa Sistem Pendukung Keputusan adalah suatu sistem informasi yang ditujukan untuk membantu manajemen dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Definisi selengkapnya adalah sistem penghasil informasi spesifik yang ditujukan untuk memecahkan suatu masalah tertentu  yang harus dipecahkan oleh menejer ada berbagai tingkatan. Sedangkan menurut Litlle (McLeod, 2001) mengemukakan bahwa sistem pendukung  keputusan adalah suatu sistem informasi berbasis komputer yang menghasilkan berbagai alternatif keputusan untuk membantu manajemen dalam menangani berbagai permasalahan yang terstruktur ataupun tidak terstruktur dengan menggunakan data atau model.
Sebagaimana diketahui bahwa salah satu tugas utama manajemen adalah mempertahankan (existensi) dan menghasilkan kinerja (performance) organisasi yang dikelolanya. Untuk  itulah manajemen harus mengambil keputusan mengenai langkah-langkah yang akan diambilnya, baik pada tingkatan strategi, taktik maupun operasional.
Keputusan-keputusan dibuat untuk memecahkan masalah. Dalam memecahkan suatu masalah, pemecahan masalah mungkin membuat banyak keputusan. Keputusan merupakan rangkaian tindakan yang perlu diikuti dalam memecahkan masalah untuk menghindari dan mengurangi dampak negatif atau untuk memanfaatkan kesempatan.
Agar kualitas keputusan yang diambil lebih baik maka diperlukan sistem pendukung keputusan yaitu yang berbasis komputer interaktif, yang mambantu pembuat keputusan memanfaatkan data dan model untuk menyelesaikan permasalahan yang tak terstruktur (Garry dan Morton,1971).
Jenis-Jenis Keputusan
Jenis–jenis keputusan menurut Simon dibedakan menjadi dua macam yaitu keputusan terprogram dan keputusan tidak terprogram dalam buku Sistem Informasi Manajemen (McLeod, 2001).
a. Keputusan Terprogram
Keputusan–keputusan yang bersifat berulang dan rutin, sedemikian hingga suatu prosedur pasti telah dibuat untuk menanganinya sehingga keputusan tersebut tidak perlu diperlakukan sebagai sesuatu yang baru tiap kali terjadi.
b.   Keputusan Tak Terprogram
Keputusan–keputusan yang berkaitan dengan berbagai persoalan baru, tidak terstruktur dan tidak konsisten. Tidak ada metode yang pasti untuk menangani masalah ini karena belum  pernah ada sebelumnya, atau karena sifat dan struktur persisnya tidak terlihat atau rumit.
Proses Pengambilan Keputusan.
Untuk memahami dengan lebih baik mengenai permodelan, dapat mengikuti proses pengambilan keputusan yang melibatkan tiga hal tahap utama : tahap intelegensi (intelligent phase), tahap perancangan (design phase), dan tahap pilihan (choice phase). Tahap keempat yaitu implementasi (implementation) ditambahkan kemudian. Sebuah gambaran konseptual mengenai proses pembuatan keputusan ditunjukkan pada gambar 2.1. Ada aliran aktifitas yang  berkesinambungan dari tahap intelegensi ke tahap perancangan dan tahap perancangan ke tahap pilihan (garis tebal), tetapi pada beberapa tahap mungkin menjadi arus balik ke tahap sebelumnya.
Subsistem–subsistem sistem pendukung keputusan terdiri dari 4 yaitu subsistem manajemen data, subsistem manajemen model, subsistem manajemen pengetahuan dan subsistem antar muka pengguna. Seperti pada gambar dibawah  (Turban, 2000).
Gambar 1. Skema SPK
Dalam pembuatan aplikasi sistem pendukung keputusan umumnya sistem dapat hasil keputusan yang dapat mengeluarkan output beberapa alternatif lain yang dapat direkomendasikan. Adapun contoh bentuk aplikasi sistem pendukung keputusan pada wisata kuliner dibawah menunjukkan mengeluarkan ketupusan berdasarkan rangking dan memiliki alternatif pilihan lain yang dapat direkomendasikan oleh manajer/user.
Contoh Program SPK
Dengan contoh data inputan dengan mengisi data kriteria dan bobot sesuai kebutuhan pemakai. Kriteria diantaranya adalah jenis makanan, waktu buka, lokasi kuliner, budget, fasilitas, dan khas makanan. Peta di ambil dari google eart untuk memvisualisasi data ruang geografi agar lebih baik dengan bentuk yang lebih nyata. Sedangkan bobot dapat diatur oleh pemakai sistem dan tidak dilakukan pemobobotan dalam koding. Perhatikan gambar 2 dibawah;
Gambar 2. Proses SPK Kuliner
Pada gambar 2 di atas suatu hasil keputusan sistem berdasarkan data inputan yang didapatkan untuk pencarian adalah Pondok Cabe jenis makanan Ayam Goreng dengan total skor persentase 98% dari total keseluruhan resto yang didapatkan yaitu 96 resto yang memiliki pendekatan data yang dicari baik jenis makanan, waktu buka, khas makanan, budget, suasana, fasilitas atau data lokasi.
Adapun resto yang memiliki total skor terkecil adalah Jimbaran Resto dengan total skor 40% yang memiliki perbedaan Jenis makanan, khas makanan, harga yang sangat jauh dari budget, dan memiliki persamaan suasana indoor dan memungkin jarak masih terjangkau.

Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System)

Sebuah aplikasi berupa Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System) mulai dikembangkan pada tahun 1970. Decision Support Sistem (DSS) dengan didukung oleh sebuah sistem informasi berbasis komputer dapat membantu seseorang dalam meningkatkan kinerjanya dalam pengambilan keputusan. Seorang manajer di suatu perusahaan dapat memecahkan masalah semi struktur, dimana manajer dan komputer harus bekerja sama sebagai tim pemecah masalah dalam memecahkan masalah yang berada di area semi struktur. DSS mendayagunakan resources individu-individu secara intelek dengan kemampuan komputer untuk meningkatkan kualitas keputusan. Definisi
Decision Support System dapat dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Tujuan Tujuan dari Decision Support System (DSS) antara lain adalah :
  • membantu manajer membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi struktur
  • mendukung penilaian manajer bukan mencoba menggantikannya
  • meningkatkan efektifitas pengambilan keputusan seorang manajer daripada efisiensinya.
Tahap-tahap
Tahap-tahap dalam pengambilan keputusan antara lain adalah :
  • kegiatan intelijen,
  • kegiatan merancang,
  • kegiatan memilih dan menelaah.
Kegiatan intelijen ini merupakan kegiatan mengamati lingkungan untuk mengetahui kondisi-kondisi yang perlu diperbaiki. Kegiatan ini merupakan tahapan dalam perkembangan cara berfikir. Untuk melakukan kegiatan intelijen ini diperlukan sebuah sistem informasi, dimana informasi yang diperlukan ini didapatkan dari kondisi internal maupun eksternal sehingga seorang manajer dapat mengambil sebuah keputusan dengan tepat.
Kegiatan merancang merupakan sebuah kegiatan untuk menemukan, mengembangkan dan menganalisis berbagai alternatif tindakan yang mungkin untuk dilakukan. Tahap perancangan ini meliputi pengembangan dan mengevaluasi serangkaian kegiatan alternatif. Pertimbangan-pertimbangan utama telah diperkenalkan oleh Simon untuk melakukan tahapan ini, apakah situasi keputusan ini terprogram atau tidak. Sedangkan kegiatan memilih dan menelaah ini digunakan untuk memilih satu rangkaian tindakan tertentu dari beberapa yang tersedia dan melakukan penilaian terhadap tindakan yang telah dipilih.
Jenis-jenis
Jenis-jenis DSS menurut tingkat kerumitan dan tingkat dukungan pemecahan masalahnya adalah sebagai berikut:
  • Mengambil elemen-elemen informasi.
  • Menaganalisis seluruh file.
  • Menyiapkan laporan dari berbagai file.
  • Memperkirakan dari akibat keputusan.
  • Mengusulkan keputusan.
  • Membuat keputusan.
Model
Model DSS terdiri dari:
  1. Model matematika.
  2. Database.
  3. Perangkat lunak.
Perangkat lunak DSS sering disebut juga dengan DSS generator. DSS generator ini berisi modul-modul untuk database, model dan dialog manajemen. Modul database ini menyediakan beberapa hal, seperti: creation, interrogation dan maintenance untuk DSS database. DSS database memiliki kemampuan untuk menemukan sistem database yang telah disimpan. Sedangkan modul model digunakan untuk menyajikan kemampuan membuat, menjaga dan memanipulasi ke dalam bentuk model matematika. Model dasar ini menampilkan electronic spreadsheet. Model dialog digunakan untuk menarik perhatian para pengguna untuk berhubungan langsung antara pengguna dengan komputer dalam mencari solusi. PENERAPAN DECISION SUPPORT SYSTEM (DSS) DALAM SUATU INSTANSI Mengapa DSS digunakan dalam suatu perusahaan?
  • Perusahaan beroperasi pada ekonomi yang tidak stabil.
  • Perusahaan dihadapkan pada kompetisi dalam dan luar negeri yang meningkat.
  • Perusahaan menghadapi peningkatan kesulitan dalam hal melacak jumlah operasi-operasi bisnis.
  • Sistem komputer perusahaan tidak mendukung peningkatan tujuan perusahaan dalam hal efisiensi, profitabilitas dan mencari jalan masuk di pasar yang benar-benar menguntungkan.
Studi Penerapan DSS Bengkel Manchining Center PT. IPTN
Bengkel Manchining Center PT. IPTN menerima pemesanan dari Engineering Office. Pesanan yang datang berupa Jadwal Induk Produksi lengkap dengan struktur produk, routing sheet dan lead time tiap item produk. Manajer bengkel harus memutuskan dengan segera mampu atau tidak mampu melayani pesanan tersebut.
Tanpa bantuan suatu sistem yang mampu menghitung kapasitas yang tersedia dari bengkel tersebut dan yang juga mampu menghitung dengan cepat kebutuhan kapasitas akan pesanan tersebut, keputusan dari manajer tidak dapat segera terwujud. Kalaupun manajer dapat segera memutuskan mampu, keputusan tersebut tentunya hanya berdasarkan pengalaman masa lalu dan keberanian semata dalam mengambil keputusan. Sehingga hasil akhirnya tidak seperti yang diharapkan. Suatu sistem pendukung keputusan yang mampu membantu manajer menghadapi masalah tersebut diatas telah berhasil dirancang dalam tesis Antonius Sarwedi (Teknik Industri ITB, 1995) yang berjudul ‘RANCANGAN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN WAKTU PENYELESAIAN PRODUK DAN PENENTUAN HARGA POKOK BARANG’.Untuk dapat diterapkan di bengkel Machaning Center PT. IPTN pada kondisi riil sistem tersebut perlu dimodifikasi karena pada sistem ini JIP yang digunakan adalah JIP feasibel. Pada tugas akhir ini Sistem Pendukung Keputusan telah berhasil dimodifikasi dengan memperhitungkan penjadwalan ditingkat shop floor sehingga didapatkan JPI realistis. Akan tetapi ternyata sistem ini tidak dapat diterapkan di bengkel Machining Center PT. IPTN pada kondisi riilnya. Hal ini disebabkan karena di bengkel tersebut tidak tersedia data struktur produk, data routing sheet dan data kapasitas mesin tersedia. Penerapan DSS dalam Manajemen Akademik Dalam berbagai proses manajemen akademik, proses pengambilan keputusan telah banyak bergantung pada DSS yang telah dikembangkan. Penerapan DSS diterapkan pada saat :
  • keputusan penerimaan mahasiswa baru,
  • evaluasi prestasi akademik,
  • yudisium, dan
  • penentuan mahasiswa berprestasi.
Berbagai basis data dikembangkan oleh fakultas dan unit kerja sesuai dengan aktivitas dan arah pengembangan masing-masing dengan penerapan koordinasi matriks kepada unit lain yang terkait. Pangkalan data utama meliputi sebagai berikut :
  • Basis data sumber daya manusia / ketenagaan yang dikelola dalam kelompok aplikasi Sistem Informasi Ketenagaan (SINAGA), termasuk di antaranya basis data presensi/absensi pegawai (aplikasi Absensi sidik jari).
  • Basis data akademik yang dikelola dalam kelompok aplikasi Sistem Informasi Akademik (SIAKAD), termasuk di antaranya basis data penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (aplikasi SIPEN dan aplikasi SIPEMAS).
  • Basis data aset / sarana-prasarana yang dikelola dalam kelompok aplikasi Sistem Informasi SARANA-PRASARANA (SINAPRA).
  • Basis data kemitraan / kerjasama yang dikelola dalam aplikasi Sistem Informasi Kerjasama (SIKERSA).
  • Basis data keungan yang dikelola dalam kelompok aplikasi Sistem Informasi Keuangan (SIAKEU).
DAMPAK PEMANFAATAN DSS
Dampak dari pemanfaatan Decision Support System (DSS) antara lain adalah :
  • Masalah-masalah semi struktur dapat dipecahkan.
  • Problem yang kompleks dapat diselesaikan.
  • Sistem dapat berinteraksi dengan pemakainya.
  • Dibandingkan dengan pengambilan keputusan secara intuisi, pengambilan keputusan dengan DSS dinilai lebih cepat dan hasilnyalebih baik.
  • Menghasilkan acuan data untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh manajer yang kurang berpengalaman.
  • Untuk masalah yang berulang, DSS dapat memberi keputusan yang lebih efektif.
  • Fasilitas untuk mengambil data dapat memberikan kesempatan bagi beberapa manajer untuk berkomunikasi dengan lebih baik.
  • Meningkatkan produktivitas dan kontrol dari manajer.
     
FAKTOR PENDUKUNG DSS Faktor yang mendukung DSS
Pengambilan keputusan dipengaruhi oleh :
  • Faktor teknologi
  • Faktor kompleksitas struktural
  • Faktor pasar internasional
  • Faktor stabilitas politik
  • Faktor konsumerisme
  • Faktor intervensi pemerintah
  • Faktor informasi yang berkaitan dengan masalah tersebut,
  • Faktor gaya pengambilan keputusan dan
  • Faktor kemampuan (intelegensi ,persepsi, dan falsafah) serta
  • Pertimbangan pengambil keputusan. Pengambilan keputusan selalu berkaitan dengan ketidakpastian dari hasil keputusan yang diambil . Untuk mengurangi faktor ketidakpastian tersebut, keputusan membutuhkan informasi yang sahih mengenai kondisi yang telah, dan mungkin akan terjadi, kemudian mengolah informasi tersebut menjadi beberapa alternatif pemecahan masalah sebagai bahan pertimbangannya dalam memutuskan langkah yang akan dilaksanakannya, sehingga keputusan yang diambil diharapkan dapat menrberikan keuntungan yang maksimal.
  • Menggunakan aplikasi Computer Base Information System (CBIS) untuk lingkungan kelompok, seperti: Electronic Meeting System (EMS) dan Group Decision Support System (GDSS). Sistem Pendukung Keputusan Kelompok (group decision support system), atau GDSS adalah suatu sistem berbasis komputer yang mendukung kelompok-kelompok orang yang terlibat dalam suatu tugas (tujuan) bersama dan yang menyediakan interface bagi suatu lingkungan yang digunakan bersama.

Jumat, 17 Januari 2014

Tentang Mesran Net

Mesran Dot Net

Sebelumnya salam buat semuanya.

kali ini saya akan mengajak teman-teman sekalian untuk belajar banyak tentang bahasa program,
dan saya juga akan memperkenalkan kepada semua sebuah website yang bisa membantu dan mempermudah kita untuk belajar banyak tentang bahasa pemrograman
yaitu di website mesran.net.

Mesran.net adalah salah satu website tempat belajar
bahasa pemrograman. Di mesran.net teman-teman dapat
menemukan berbagai macam artikel tentang bahasa
pemrograman mulai dari VB.NETvcsharp, Visual Basic, Prog.Pascal 
Di mesran.net teman-teman juga
dapat langsung bertanya dengan berkomentar,
pasti setiap pertanyaan sobat akan di jawab.
Mesran.net merupakan salah satu dari sekian
banyak website tempat belajar bahasa pemrograman yang
menurut saya cukup lengkap. Di mesran.net teman-teman
juga dapat menemukan berbagai macam informasi yang tentunya
berguna buat sobat, dan mesran.net
merupakan tempat mahasiswa/I Budidarma belajar bahasa pemrograman.
Apalagi di Akhir semester mesran.net akan menjadi tempat
yang ramai di kunjungi mahasiswa/I Budidarma, untuk melihat
Nilai atau IP.




KRIPTOGRAFI

Tugas Kriptografi....
 
Berikut ini adalah design dan cara-cara penyelesaiannya 
1.  Tampilan Dari Menu Utama 
Desaignnya :
Berikut programnya:
ublic Class Form1

  
    Private Sub PEMOGRAMANKRIPTOGRAFIToolStripMenuItem_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles PEMOGRAMANKRIPTOGRAFIToolStripMenuItem.Click
        Form2.MdiParent = Me
        Form2.Show()
    End Sub

    Private Sub PEMOGRAMANKRIPTOGRAFIToolStripMenuItem1_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles PEMOGRAMANKRIPTOGRAFIToolStripMenuItem1.Click
        Form3.MdiParent = Me
        Form3.Show()
    End Sub

    Private Sub KRIPTOGRAFIToolStripMenuItem_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles KRIPTOGRAFIToolStripMenuItem.Click
        Form4.MdiParent = Me
        Form4.Show()
    End Sub

    Private Sub KRIPTOGRAFIVEGENERIToolStripMenuItem_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles KRIPTOGRAFIVEGENERIToolStripMenuItem.Click
        Form5.MdiParent = Me
        Form5.Show()
    End Sub
End Class
 
Hasilnya:
 
2.  Tampilan Dari Pemograman Kriptografi Caesar Chiper
     Designnya :
Berikut listing programnya:
Public Class Form2

    Private Sub enkripsi_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles enkripsi.Click
        Dim x As String = ""
        Dim xkalimat As String = ""
        For i = 1 To Len(plaintext.Text)
            x = Mid(plaintext.Text, i, i)
            x = Chr(Asc(x) + 3)
            xkalimat = xkalimat + x
        Next
        chipertext.Text = xkalimat
    End Sub

    Private Sub deskripsi_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles deskripsi.Click
        Dim x As String = ""
        Dim xkalimat As String = ""
        For i = 1 To Len(plaintext.Text)
            x = Mid(plaintext.Text, i, i)
            x = Chr(Asc(x) + 3)
            xkalimat = xkalimat + x
        Next
        plaintext.Text = xkalimat
    End Sub

    Private Sub keluar_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles keluar.Click
        Dim lia As Integer
        lia = MsgBox("anda mau keluar ?", MsgBoxStyle.YesNo)
        If lia = MsgBoxResult.Yes Then
            Me.Close()
        End If
    End Sub

    Private Sub hapus_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles hapus.Click
        plaintext.Text = ""
        chipertext.Text = ""
    End Sub

    Private Sub kkkriptogrfi_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles kkkriptogrfi.Click
        Me.Hide()
        kkkriptogrfi.Show()
    End Sub

    Private Sub Form2_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load

    End Sub
End Class
Berikut hasilnya:
3.  Cara penyelesaian Pemograman Kriptografi Vernam Chiper
    Designya :
Listing programnya:

Public Class Form3

    Private Sub Form3_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        Plaintext.Text = ""
        kunci.Text = ""
        chipertext.Text = "'"
    End Sub

    Private Sub enkripsi_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles enkripsi.Click
        Dim j As Integer
        Dim jum As Integer
        Dim skey As String
        Dim nkata As Integer
        Dim nkunci As Integer
        Dim skata As String
        Dim splain As String = ""
        Dim nEnc As Integer
        j = 0
        skata = Plaintext.Text
        jum = Len(skata)
        skey = kunci.Text
        For i = 1 To jum
            If j = Len(skey) Then
                j = 1
            Else
                j = j + 1
            End If
            nkata = Asc(Mid(skata, i, 1)) - 65
            nkunci = Asc(Mid(skey, j, 1)) - 65
            nEnc = ((nkata + nkunci) Mod 26)
            splain = splain & Chr((nEnc))


        Next i
        chipertext.Text = splain
    End Sub

    Private Sub kunci_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles kunci.KeyPress
        e.KeyChar = UCase(e.KeyChar)
        Dim tombol As Integer = Asc(e.KeyChar)
        If Not (((tombol >= 65) And (tombol <= 90)) Or (tombol = 8)) Then
            e.Handled = True
        End If
    End Sub

    Private Sub Plaintext_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles Plaintext.KeyPress
        e.KeyChar = UCase(e.KeyChar)
        Dim tombol As Integer = Asc(e.KeyChar)
        If Not (((tombol >= 65) And (tombol <= 90)) Or (tombol = 8)) Then
            e.Handled = True
        End If
    End Sub
End Class
Hasilnya:


 
4.  Cara Penyelesaian Pemograman Kriptografi Gronsfeld
  Designya :
Listing programnya:
Public Class Form4

    Private Sub Form4_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        plaintext.Text = ""

        chipertext.Text = ""
    End Sub

    Private Sub enkripsi_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles enkripsi.Click
        Dim j As Integer
        Dim jum As Integer
        Dim skey As String
        Dim nkata As Integer
        Dim nkunci As Integer
        Dim skata As String
        Dim splain As String
        Dim nEnc As Integer
        j = 0
        jum = Len(Text)
        splain = ""
        skey = kunci.Text
        skata = Text
        For i = 1 To jum
            If j = Len(skey) Then
                j = 1
            Else
                j = j + 1
            End If
            nkata = Asc(Mid(skata, i, 1)) - 65
            nkunci = Asc(Mid(skey, j, 1))
            nEnc = (nkata + nkunci) Mod 26
            splain = splain & Chr((nEnc) + 65)


        Next i
        chipertext.Text = splain
    End Sub
End Class
Hasilnya:
5 . Cara penyelesaian Kriptografi Vigenere
 Designya :
 
Berikut listing programnya:
Public Class Form5

    Private Sub Form5_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        plaintext.Text = ""
        kunci.Text = ""
        chipertext.Text = ""
    End Sub

    Private Sub enkripsi_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles enkripsi.Click
        Dim j As Integer
        Dim jum As Integer
        Dim skey As String
        Dim nkata As Integer
        Dim nkunci As Integer
        Dim skata As String
        Dim splain As String
        Dim nEnc As Integer
        j = 0
        jum = Len(Text)
        splain = ""
        skey = kunci.Text
        skata = Text
        For i = 1 To jum
            If j = Len(skey) Then
                j = 1
            Else
                j = j + 1
            End If
            nkata = Asc(Mid(skata, i, 1))
            nkunci = Asc(Mid(skey, j, 1))
            nEnc = ((nkata + nkunci) Mod 256)
            splain = splain & Chr((nEnc))


        Next i
        chipertext.Text = splain
    End Sub
End Class
Berikut hasilnya:

 
Demikianlah Bagian-bagian Kriptografi Dan cara-cara penyelesaiannya .
 

Minggu, 08 Desember 2013

QUIZ

Pembayaran Gaji Pegawai.

Listing Programnya:
Public Class Form2

    Private Sub Form2_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        Gpegawai.Items.Add("A")
        Gpegawai.Items.Add("B")
        Gpegawai.Items.Add("C")

        Spegawai.Items.Add("menikah")
        Spegawai.Items.Add("Belum menikah")


    End Sub

    Private Sub Gpegawai_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Gpegawai.SelectedIndexChanged
        Select Case Gpegawai.Text
            Case "A"
                Npegawai.Text = "Elprina Simarmata"
                Gapok.Text = "2500000"
            Case "B"
                Npegawai.Text = "Devie Puspita"
                Gapok.Text = "3500000"
            Case "C"
                Npegawai.Text = "Anggi Yoga Pratama"
                Gapok.Text = "4500000"
        End Select
        pajak.Text = 0.1 * Gapok.Text

    End Sub

    Private Sub Spegawai_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Spegawai.SelectedIndexChanged
        Select Case Spegawai.Text
            Case "menikah"
                Tkeluarga.Text = 0.05 * Gapok.Text
            Case "Belum menikah"
                Tkeluarga.Text = "0"

        End Select
        Tgaji.Text = Gapok.Text - pajak.Text + Tkeluarga.Text

    End Sub

    Private Sub Btnhapus_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnhapus.Click
        Npegawai.Text = ""
        Gpegawai.Text = ""
        Gapok.Text = ""
        pajak.Text = ""
        Spegawai.Text = ""
        Tkeluarga.Text = ""
        Tgaji.Text = ""

    End Sub

    Private Sub btnkeluar_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnkeluar.Click
        End
    End Sub
End Class

Hasilnya:


QUIZ

Pengolahan Tagihan PDAM!!!

Listing Programnya:
Public Class Form1
    Sub buattabel()
        Lv.Columns.Add("kode pelanggan", 100, HorizontalAlignment.Center)
        Lv.Columns.Add("nama", 120, HorizontalAlignment.Center)
        Lv.Columns.Add("Tipe", 80, HorizontalAlignment.Center)
        Lv.Columns.Add("HargaM3", 80, HorizontalAlignment.Center)
        Lv.Columns.Add("Daerah", 80, HorizontalAlignment.Center)
        Lv.Columns.Add("Biaya Beban", 80, HorizontalAlignment.Center)
        Lv.Columns.Add("Pajak", 80, HorizontalAlignment.Center)
        Lv.Columns.Add("Jumlah Pemakaian", 100, HorizontalAlignment.Center)
        Lv.Columns.Add("Total Tagihan", 80, HorizontalAlignment.Center)
        Lv.Columns.Add("pembayaran", 80, HorizontalAlignment.Center)
        Lv.View = View.Details
        Lv.GridLines = True
        Lv.FullRowSelect = True

    End Sub
    Sub isitabel()
        Dim lst As New ListViewItem
        lst.Text = kp.Text
        lst.SubItems.Add(nama.Text)
        lst.SubItems.Add(tipe.Text)
        lst.SubItems.Add(hargaM3.Text)
        lst.SubItems.Add(Daerah.Text)
        lst.SubItems.Add(Bbeban.Text)
        lst.SubItems.Add(pajak.Text)
        lst.SubItems.Add(Jpemakaian.Text)
        lst.SubItems.Add(Ttagihan.Text)
        lst.SubItems.Add(pembayaran.Text)
        Lv.Items.Add(lst)
    End Sub
    Sub bersih()
        kp.Text = ""
        nama.Text = ""
        tipe.Text = ""
        Ttagihan.Text = ""
        hargaM3.Text = ""
        pajak.Text = ""
        pembayaran.Text = ""
        Jpemakaian.Text = ""
        Daerah.Text = ""
        Bbeban.Text = ""
    End Sub
    Private Sub Form1_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        buattabel()

        kp.Items.Add("TOK-MED-100")
        kp.Items.Add("PAB-BEL-101")
        kp.Items.Add("SWA-BEL-102")
        kp.Items.Add("PAB-MED-103")
        kp.Items.Add("RUM-MED-104")

    End Sub

    Private Sub kp_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles kp.SelectedIndexChanged
        Dim x As String
        x = Microsoft.VisualBasic.Right(kp.Text, 3)

        If x = "100" Then
            nama.text = "Muhammad Ardianto"
        ElseIf x = "101" Then
            nama.Text = "Jekson Sinaga"
        ElseIf x = "102" Then
            nama.Text = "Triani Arista"
        ElseIf x = "103" Then
            nama.Text = "Aldyan"
        End If

        x = Microsoft.VisualBasic.Left(kp.Text, 3)

        If x = "PAB" Then
            HargaM3.Text = 500
            Bbeban.Text = 250000
            tipe.Text = "Pabrik"
        ElseIf x = "TOK" Then
            HargaM3.Text = 500
            Bbeban.Text = 25000
            tipe.Text = "Toko"
        ElseIf x = "RUM" Then
            HargaM3.Text = 500
            Bbeban.Text = 10000
            tipe.Text = "Rumah"
        ElseIf x = "SWA" Then
            HargaM3.Text = 200
            Bbeban.Text = 15000
            tipe.Text = "Swalayan"
        End If

        x = Microsoft.VisualBasic.Mid(kp.Text, 5, 3)
        If x = "MED" Then
            Daerah.Text = "Medan"
        ElseIf x = "BEL" Then
            Daerah.Text = "Belawan"
        End If

    End Sub

    Private Sub Jpemakaian_KeyPress(ByVal sender As Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles Jpemakaian.KeyPress
        If Asc(e.KeyChar) = 13 Then
            Ttagihan.Text = hargaM3.Text * Jpemakaian.Text + Val(Bbeban.Text)
            pajak.Text = 0.01 * Ttagihan.Text
            Pembayaran.Text = Val(Ttagihan.Text) + Val(pajak.Text)
        End If

    End Sub

    Private Sub Btnkeluar_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnkeluar.Click
        End

    End Sub

    Private Sub Btnhapus_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnhapus.Click
        kp.Text = ""
        nama.Text = ""
        tipe.Text = ""
        Ttagihan.Text = ""
        hargaM3.Text = ""
        pajak.Text = ""
        pembayaran.Text = ""
        Jpemakaian.Text = ""
        Daerah.Text = ""
        Bbeban.Text = ""
    End Sub

    Private Sub Btnsimpan_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnsimpan.Click
        isitabel()
        bersih()

    End Sub

    Private Sub btnhapussemuadata_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnhapussemuadata.Click
        Lv.Items.Clear()

    End Sub

    Private Sub Btnhapusdatayangdipilih_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Btnhapusdatayangdipilih.Click
        Lv.Items.Remove(Lv.SelectedItems(0))
    End Sub
End Class

Hasilnya:


Senin, 02 Desember 2013

Pengertian Logika & Algoritma


Algoritma adalah urutan penyelesaian masalah yang di deskripsikan secara logis untuk memecahkan suatu masalah. Dalam ilmu komputer Algoritma dikenal dengan langkah-langkah komputasi yang terdiri dari masukan dan keluaran. Karena itu Algoritma biasanya dijadikan dasar atau pengantar bahasa pemrograman (misalnya Pascal) dalam study yang berkecimpung atau berhubungan dengan ilmu komputer. Misalnya Teknik Informatika.

Seperti yang telah diketahui bahwa komputer memerlukan instruksi yang berupa langkah-langkah pengurutan sehingga sebuah prosedur dapat dijalankan. Nah, prosedur yang berisi langkah-langkah penyelesaian masalah inilah yang disebut dengan Algoritma. Jadi, Sebelum masuk kepada tahap pemrograman komputer dengan bahasa pascal/lainnya ada baiknya mempelajari Algoritma yang merupakan pengantar kepada pemrograman komputer tersebut.

Algoritma terdiri dari beberapa notasi yaitu Deskriptif, Bagan-alir, dan Pseudo-Code. Namun yang paling mirip dengan bahasa pemrograman pascal adalah notasi Pseudo-Code. Karena pada notasi ini sedikit menyerap bahasa Pascal. Meskipun tidak semua tata cara penulisan/aturan dalam bahasa pascal diikuti. Algoritma dalam notasi ini sangat cocok untuk lebih mudah memahami atau menjalankan pemrograman dalam bahasa Pascal.

Definisi Algoritma :
1. Langkah-langkah yg dilakukan agar solusi masalah dapat diperoleh.
2. Suatu prosedur yang merupakan urutan langkah-langkah yang berintegrasi
3. Suatu motode khusus yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah yang nyata (Webster dictionary)
Kriteria Pemilihan Algoritma
1. Ada out put
2. Efektifitas dan efesiensi
3. Jumlah langkahnya berhingga
4.  (semi Algoritma)àBerakhir
5. Terstruktur
1. Ada out put
Mengacu pada definisi algoritma, algoritma harus mempunyai out put yang harus merupakan solusi dari masalah yang sedang diselesaikan.
2. Efektifitas dan efesiensi
Dikatakan efektif jika algoritma tersebut menghasilkan suatu solusi yang sesuai dengan masalah yang diselesaikan, dalam arti algoritma harus tepat guna.
Dikatakan efisien jika waktu proses suatu algoritma relatif lebih singkat dan penggunakan memori komputernya lebih sedikit.
3. Jumlah langkahnya berhingga
Barisan instruksi yang dibuat harus dalam suatu urutan tertentu atau harus berhingga agar masalah yang dihadapi dapat diselesaikan dengan tidak memerlukan waktu relatif lama.
4.  (semi Algoritma)àBerakhir
Penyelesaian masalah harus berhenti. Dan bias menimbulkan masalah lain.
5. Terstruktur
Penyelesaian masalah menggunakan langkah-langkah tersusun
Algoritma yang baik
Suatu algoritma harus menghasilkan out put yang tepat guna (efektif) dalam waktu yang relative singkat.
ANALISA ALGORITMA
1. Bagaimana merencakan suatu algoritma
Menentukan beberapa model / desain sebagai penyelesaian masalah sehingga muncul beberapa model yang akan diambil solusi mana yang terbaik.
2. Bagaimana menyatakan suatu algoritma
3. Bagaimana validitas suatu algoritma
4. Bagaimana menganalisis suatu algoritma
5. Bagaimana menguji program dari suatu algoritma
Cara/prosedur algoritma
1. Kata-kata
2. Diagram alur
3. Statemen program
TAHAP PROSES UJI ALGORITMA
1. Fase Debugging
Fase dari suatu proses program eksekusi yang akan melakukan koreksi terhadap kesalahan program/ error. Kesalahan program ini dapat berupa kesalahan dalam penulisan program baik logika atau sintaknya.
2. Fase profiling
Fase yang akan bekerja jika program tersebut sudah benar.

Pengertian LOGIKA
Logika berasal dari bahasa Yunani yaitu LOGOS yang berarti ilmu. Logika pada dasarnya filsafat berpikir. Berpikir berarti melakukan suatu tindakan yang memiliki suatu tujuan.
Jadi pengertian Logika adalah ilmu berpikir / cara berpikir dengan berbagai tindakan yang memiliki tujuan tertentu.

KONSEP ALGORITMA

@ Algoritma Variabel Pe-ubah
Adalah variabel yang nilainya BUKAN konstanta (selalu berubah – sesuai dengan kondisi Variabel terkini)

Sintaks : P = Q
Algoritma : P <- Q
Arti : Bahwa Nilai P diberi harga Nilai Q
Nilai P akan SAMA DENGAN nilai Q dan Nilai Q TETAP
Contoh Soal 1:
Diketahui P=0, Q=5 dan R=10. Diberikan algoritma P=Q, Q=R, maka nilai P, Q, R sekarang ?
Jawab
Diketahui P = 0, Q = 5, R = 10
P = Q –> Pada saat ini nilai dari Variabel P akan diberi nilai dari Variabel Q (P = 5)
Q = R –> Pada saat ini nilai dari Variabel Q akan diberi nilai dari Variabel R (Q = 10)
Maka nilai P, Q dan R sekarang adalah P = 5, Q = 10 dan R = 10

Contoh Soal 2:
Diketahui Algoritma P=10, P=P+1 dan Q = P. Berapakah nilai P dan Q ?

Jawab
Algoritma:
P = 10 –> Pada saat ini nilai dari Variabel P akan diberi nilai 10
P = P + 1 –> Pada saat ini nilai dari Variabel P yang baru adalah nilai dari variabel P yang lama ditambah 1 (10 + 1 = 11)
Q = P –> Pada saat ini nilai dari variabel Q diberi nilai dari variabel P yang baru (Q =11)

Contoh Soal 3:
Diketahui 3 varibael peubah P, Q dan R. Agar isi Q ditaruh di P, isi R ditaruh di Q dan isi P ditaruh di R,maka Algoritma yang dapat ditulis adalah ..?

Jawab
Agar isi Q ditaruh di P, algoritma yang dapat ditulis adalah (P <- Q atau P=Q)
Agar isi R ditaruh di Q, algoritma yang dapat ditulis adalah (Q <- R atau Q=R)
Agar isi P ditaruh di R, algoritma yang dapat ditulis adalah (R <- P atau R=P)

@ Algoritma Variabel Pertukaran
Berfungsi mempertukarkan masing-masing isi Variabel sedemikian sehingga Nilai dari tiap Variabel akan berubah/bertukar.

Contoh Soal:
Diketahui 2 peubah K = 10 dan L = 20. Buat Algoritma untuk mempertukarkan isi K dan L .. ?

Jawab
Untuk menyelesaikan algoritma pertukaran, dibutuhkan satu buah peubah (variabel) tambahan untuk menyimpan nilai dari salah satu peubah. Algoritma pertukaran untuk masalah diatas adalah (dimisalkan variabel tambahan adalah T).
T = K –> Pada algoritma ini nilai dari variabel T (variabel tambahan) akan diisi dengan nilai dari variabel K (T = 10)
K = L –> Pada algoritma ini nilai dari Variabel K akan diisi dengan variabel L (K = 20)
L = T –> Pada algoritma ini nilai dari Variabel L akan diisi dengan variabel T (L = 10)
Setelah algoritma ini dijalankan dapat dilihat bahwa algorita diatas telah mempertukarkan nilai dari variabel-variabel tersebut. Sebelumnya variabel K = 10 dan L = 20, menjadi variabel K = 20 dan L = 10